Kredit Macet, Bank Pasar Kudus Jebol Hingga Belasan Miliar

OJK Cium Ketidakberesan Pengucuran Kredit

KUDUS, KUDUSSATU.com-Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Pasar Kudus jebol belasan miliar rupiah. Diduga kuat sebagian besar dana tersebut keluar dari kas karena adanya konspirasi untuk kepentingan politik. 

OtoritasJasaKeuangan (OJK) telah mencium ketidakberesan praktik pengucuran kredit itu.

Direktur Utama (Dirut) Bank Pasar Kudus, Ashadi ketika dikonfirmasi mengenai hal itu tidak bersedia memberi jawaban jelas. Begitu pula penjabat di Badan Pengawas Daerah (Bawasda), Ali Rochim, menolak berkomentar.‘’Tidak benar. Tidak seperti itu. Sudah ya begitu dulu,’’ ujar Ashadi.

Berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh pengacara bank tersebut, Yusuf Istanto SH MH. ‘’Kami tidak tahu menahu kalau masalah jumlah kredit macetnya berapa? Tetapi, yang saya tangani, yakni atas nama dua orang nilainya Rp 1 miliar,’’ tukasnya.

Yusuf Istanto tidak membantah dua nasabah yang kreditnya macet tersebut cukup terkenal di Kudus. ‘’Kami tak bisa mengemukakan di sini, berapa nilai tanggungan masing-masing, yang pasti totalnya Rp 1 miliar. Kepada keduanya telah kami kirim somasi melalui pos, yakni pada 5 November dan 7 November lalu,’’ tuturnya kepada Suaramerdeka.com (10/12).

Jika dua tokoh publik tersebut tidak menanggapi somasinya sebagaimana waktu yang telah ditentukan, ia menyatakan, akan mengambil langkah hukum berikutnya. Dua orang tersebut mengambil fasilitas kredit model musiman.

Belum Mendengar
Komisi B DPRD Kudus yang membidangi pengelolaan aset daerah mengaku belum mendengar dan apalagi beroleh laporan mengenai kasus yang tengah melilit Bank Pasar. Fakta tersebut sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kudus, Soetiyono dan anggota Komisi B Syu’aibul Huda ketika dhubungi terpisah.

Soetiyono berjanji akan mengecek informasi tersebut pada Selasa ini. ‘’Secara pribadi kami hanya sriwing-sriwing (sayup-sayup) mendengarnya. Tapi bagaimana kasusnya dan berapa nilai nominalnya, kami juga tidak tahu,’’ tutur Syu’aibul Huda, kemarin.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Eko Djumartono menegaskan, masalah yang terjadi di Bank Pasar bukan wilayah kewenangan dia. ‘’Sebab, sudah jelas, aset yang ada di perusahaan daerah merupakan kekayaan yang dipisahkan,’’ ucapnya.

Sumber-sumber yang layak dipercaya di Pemkab Kudus, menyampaikan informasi yang berbeda-beda mengenai nilai nominal atas jebolnya dana Bank Pasar. Beberapa penjabat menyebut nilainya secara total hingga pertengahan 2018 mencapai Rp 24 miliar, sedang sejumlah penjabat lain menyebut nilainya berkisar Rp 12 miliar.

Namun, sumber-sumber itu senada menyatakan, bahwa sumbangan terbesar atas jebolnya Bank Pasar terjadi sejak akhir 2017 hingga Mei 2018. Nilai agunan yang digunakan dalam kredit tidak masuk akal terhadap kredit yang dikucurkan.
‘’Diduga kuat, mereka yang mengambil kredit tersebut adalah orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan penguasa saat itu. Dalam upaya mereka menggalang dana sebagai ongkos politik dalam Pilbup yang dilangsungkan pada Juni lalu,’’ jelasnya.

Sumber itu menekankan, dua nama nasabah yang kreditnya bermasalah senilai Rp 1 miliar, dan telah disomasi pihak Bank Pasar, diketahui oleh publik sebagai sangat dekat dengan penguasa ketika itu. ‘’Saat Pilbup yang lalu, keduanya juga memiliki peran yang teramat besar pada salah satu pasangan kandidat bupati/wakil bupati,’’ cetusnya.
(Prayitno/SM Network/antarafoto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *