Dikenal Sebagai Sosok Kyai, Warga Kaget Bupati Jepara Jadi Tersangka KPK

JEPARA, KUDUSSATU.com-Pasca penetapan tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas dugaan suap terhadap hakim di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (6/12/2018) petang. Hal tersebut mendapat respon beragam dari warga dimana RA Kartini dilahirkan.

“Cukup kaget, karena selama ini beliau dikenal sebagai sosok kiyai yang santun dan berakhlak baik. Hal itu terbukti dari ceramah ceramah beliau dan arah kebijakannya,” kata Khairatul Nikmah, warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji.

Wakil Ketua KPK, Basariah Panjaitan menggelar jumpa terkait penetapan tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Kamis petang.

Lebih lanjut, Nikmah menyebutkan bahwa Marzuqi juga dikenal tidak reko-reko alias aneh-aneh.

“Orangnya lurus dan halus, tak banyak bertingkah yang aneh aneh apalagi bersifat kemewahan, beliau ini sederhana sekali,”ujarnya.

Respon berbeda ditunjukkan oleh warga lainnya. Yaitu Faruq Fahmi Rebuka yang memandang biasa atas penetapan tersangka Bupati Jepara oleh KPK.
“Biasa saja mas. Karena dulu saat menjelang pencalonan Bupati juga geger masalah penetapan tersangka dalam kasus korupsi dana bantuan politik PPP Kabupaten Jepara,”ungkap Fahmi.

Hanya saja, menurut dia, kala itu pak Marzuki menang gugatan pra peradilan melawan Kejati Jateng. Dan akhirnya terpilih menjadi Bupati.

”Jadi yaa tidak kaget jika selanjutnya ada kasus lagi,”bebernya.

“Walaupun beliau seorang kiyai, dalam politik tak ada yang bisa menebak. Ya, bagaimana ya, disana sudah ada peluang, dan iklimnya mendukung untuk hal tersebut. Kini ditetapkan sebagai tersangka ya itu hal biasa, apalagi menjelang pemilu raya ini,” pungkas Fahmi yang merupakan pegiat antikorupsi di wilayah Jepara.

Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai tersangka Kamis (6/12/2018) petang. Marzuqi diduga melakukan penyiapan terhadap Lasito seorang hakim di Pengadilan Negeri Semarang.

Marzuqi diduga memberikan uang hingga Rp 700 juta kepada hakim agar kasus praperadilan dimenangkan olehnya. Yaitu terkait kasus dana bantuan partai politik (banpol) ketika itu ia masih menjabat sebagai ketua DPC PPP Jepara. (AM/AHS).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *