Minta Mulyadi Dibebaskan, Ketua Rukun Warga Singocandi Surati Bupati Kudus

KOTA, KUDUSSATU.com-Kasus penahanan pelaku atas insiden kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) Mulyadi (46), warga RT 03, RW 01, Desa Singocandi, Kota, Kudus, oleh Kejaksaan Negeri Kudus, menuai perhatian publik. Warga mendesak agar Mulyadi dibebaskan atas alasan kemanusiaan.

Seperti aksi simpatik yang ditunjukkan oleh Sholeh Syakur, yang melayangkan surat terbuka kepada Bupati Kudus HM Tamzil. Ia merupakan ketua rukun warga (RW) dimana Mulyadi tinggal.

“Menanggapi berlanjutnya kasus hukum yang dialami warga kami Mulyadi bin Masidjan yang sudah diselesaikan kekeluargaan dan saat ini sudah masuk persidangan perdana , Senin (26/11).

Sholeh Syakur menulis surat terbuka untuk Bupati Kudus melalui akun facebooknya. Ia meminta Tamzil ikut membantu warganya.

“Hati saya menangis, kenapa hukum masih tajam ke orang kecil, khususnya yang menimpa warga kami,” tulis Sholeh di akun facebook miliknya.

Surat terbuka untuk Bupati Kudus milik Sholeh mendapat respon luar biasa. Tercatat ada puluhan komentar memenuhi kolom komentar serta dibagikan oleh puluhan pengguna media sosial tersebut.

Persidangan Mulyadi perdana sudah digelar, Senin (26/12) kemarin di Pengadilan Negeri Kudus. Sidang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Muh Nur Azizi, S.H. dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Munfaizi, S.H.

“Lewat surat terbuka ini kami meminta kepada Bupati Kudus HM Tamzil, untuk menolong warga kami Mulyadi agar dilakukan penangguhan penahanan dan diputus bebas,” pintanya.

Menurut Sholeh, Pak Mulyadi merupakan orang baik dan selama ini tidak pernah berusuasan dengan kasus hukum. Dia menjelaskan, ada dua pertimbangan kenapa kami mendesak Pak Bupati ikut campur atas kasus yang dialami Mulyadi. Yaitu pertimbangan psikologis dan pertimbangan ekonomis.

“Psikologis karena anak-anaknya masih kecil sehingga ketika kasus ini berlanjut dikhawatirkan mempengaruhi mental anak. Sedangkan faktor ekonomisnya Pak Mulyadi selama ini sebagai tulang punggung bagi ketiga anak dan isterinya, sehingga kami merasa khawatir akan terjadi kepincangan keluarga,” beber Sholeh.

“Sekali lagi kami mohon Pak Bupati untuk menginstruksikan pencabutan penahanan dan bebas bersyarat,” harapnya selaku ketua RW 01.(AM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *