Marak OTT KPK, Bupati dan Wakil Bupati Kudus Dituntut Bekerja Profesional

KUDUS, KUDUSSATU.com-Maraknya kepala dan pejabat daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi KPK sangat memprihatinkan.

Misalnya yang baru hangat (red, kemarin) yaitu ditangkapnya oleh KPK bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra. KPK menyita sejumlah uang tunai dan bukti transfer. Transaksi uang tersebut diduga terkait praktek sjual beli jabatan.

“Ini warning bagi oknum pejabat di lingkungan eksekutif, legislatif & yudikatif di daerah termasuk Kudus. Untuk bersikap profesional & berusaha untuk bersih dari KKN,” kata Koordinator Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku), Slamet Mahmudi saat dihubungi redaksi kudussatu.com, Kamis pagi (25/10/2018).

Selain itu, lanjutnya, masyarakat Kudus berharap KPK juga melakukan aksi tangkap tangan terhadap praktek makelar proyek yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kudus.

“Terkait dengan proses penganggaran hingga saat realisasi kegiatan,” ungkapnya.

Menurutnya, modus korupsi yang telah berhasil dibongkar KPK sebenarnya hampir sama di semua daerah. Baik dalam hal perijinan, maupun pengadaan barang & jasa.

“Semua itu bisa dilakukan oleh oknum pejabat eksekutif, legislatif bekerjasama dengan pihak swasta,” beber pegiat antikorupsi di Kudus itu.

Slamet mengingatkan bahwa OTT terhadap kepala daerah juga bisa terjadi kepada Bupati dan Wakil Bupati Kudus Tamzil-Hartopo yang baru satu bulan dilantik. Karena itu, pihaknya meminta agar Bupati dan Wakil Bupati mampu bekerja dengan baik dan profesional.

“Maraknya OTT harus jadi bahan renungan bersama. Bagaimana menciptakan pemerintah yang baik dan bersih (good and clean government),” pungkasnya. (AM/AHS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *