Enam Dosen FKIP UMK Ikuti Progam Diseminasi Best Practice Penugasan di Sekolah

KUDUS, KUDUSSATU.com- Sebanyak enam dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus mengikuti progam Diseminasi Best Practise hasil Kegiatan Praktik Penugasan Dosen di Sekolah (PDS). Para dosen mendapat pembekalan meteri di Ruang Seminar Lantai IV,Gedung Rektorat, UMK, Senin (22/10) kemarin.

Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) merupakan sebuah program di mana dosen di kirim ke sekolah untuk mengajar sebagai media transformasi perbaikan kualitas pembelajaran.

Perkembangan metode dan teknik pengajaran yang terjadi dalam Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) perlu disebarluaskan kepada guru dan sekolah. PDS merupakan upaya sinergi antara pihak perguruan tinggi dan sekolah.

Tim PDS Bimbingan Konseling Susilo Raharjo, M.Pd. Kons, yang mewakili Tim PDS dari Bimbingan Konseling (BAK) menyampaikan hasil praktik mengajarnya dengan judul,“Mencegah Bullying dengan Perilaku Asertif melalui Bimbingan Klasikal Teknik Sosiodrama,”

“Tujuan kegiatan Penugasan Dosen di Sekolah ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan kemitraan antara LPTK dengan sekolah mitra, selain itu juga untuk mengembangkan join research,”kata Dr. Sri Surachmi, M.Pd. selaku wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.

Peserta terdiri dari dosen FKIP UMK, guru, mitra sekolah, ada 6 sekolah, kepala sekolah, dan Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga).
Keenam dosen yang mengikuti kegiatan PDS yaitu Dr.Suad, M.Pd, dari PGSDI yang ditugaskan di SDN 1 Panjang dan Henry Suryo B, M.Pd, yang ditugaskan di SD 2 Rendang.

Selanjutnya, perwakilan dari Prodi Bimbingan Konseling Susilo Raharjo, M.Pd. Kons dan Indah Lestari, M.Pd, yang ditugaskan di SMP 2 Bae dan SMK PGRI 1Mejobo. Sedangkan perwakilan dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Rismiyanto, M.Pd.dan Dr. Fitri Budi Suryani di tugaskan di SMP 3 Bae dan SMA 1 Jekulo Kudus.Keenam dosen tersebut ke sekolah sebanyak 10 kali, dengan rincian observasi 2 kalidan 8 kali mengajar.

“Program Penugasan Dosen di Sekolah ini juga memotivasi saya untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran, di mana antar guru dapat menjalin kerjasama atau kolaborator dalam pelaksanaan pembelajaran.” kata Tri Wahyuni, S.Pd guru mitra dari SD N 1Panjang.

Hal senada juga disampaikan oleh Guru SMP 3 Bae Kudus, Endang Siwi, M.Pd, yang menyatakan bahwa, PDS sangat bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.

Kolaborasi antara dosen dan guru memungkinkan guru belajar konsep, fakta, dan prosedur pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

“Siswa juga terkesan dengan cara dosen mengajar sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Oleh karena itu mohon kegiatan ini dapat berlanjut supaya terjadi hubungan yang sinergis antar perguruan tinggi sebagai LPTK dansekolah sehingga dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan,” tuturnya. (na/AHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *