1.045 Mahasiswa UMK Diwisuda, Inilah Pesan Rektor Suparnyo

KUDUS, KUDUSSATU.com-Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar acara Wisuda progam Pascasarjana (S2) dan Sarjana (S1) selama dua hari (17-18/10/2018). Sebanyak 1.045 mahasiswa menjadi wisudawan di periode II  Oktober 2018.

“Sebanyak 492 wisudawan mengikuti wisuda Rabu (17/10/10) kemarin. Dilanjutkan Kamis (18/10/2018) diikuti sebanyak 553 wisudawan,” kata Wakil Rektor (Warek) I, Dr. Murtono melalui rilis ke KUDUSSATU.COM.

Ia menyampaikan,  wisuda   hari pertama   diikuti wisudawan   dari   Fakultas   Hukum,   FKIP,   FP,   dan   Fakultas   Psikologi   sebanyak  492 wisudawan. Dengan rincian, Fakultas Hukum Program studi Ilmu Hukum (S2) sebanyak16 wisudawan, Prodi  Ilmu  Hukum  (S1)  37 wisudawan.

Selanjutnya,   Fakultas Keguruan  dan   Ilmu Pendidikan (FKIP) yaitu  dari Prodi   Pendidikan   Dasar   (S2)   sebanyak   18   wisudawan, Prodi Bimbingan dan Konseling (S1) sebanyak 49 wisudawan.   Prodi Pendidikan Bahasa Inggris(S1) sebanyak 71 wisudawan, sedangkan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) sebanyak 244 wisudawan.

“Ditambah dari  Fakultas Pertanian, Prodi studi Agroteknologi (S1) sebanyak 32 wisudawan dan dari Fakultas Psikologi, prodi studi Psikologi (S1) sebanyak 25 wisudawan. Total jumlah wisudawan hari pertama sebanyak 492,” jelasnya.

Murtino melanjutkan, wisuda hari keedua, Kamis (18/10) diikuti sebanyak  553 wisudawan. Yaitu berasal   dari   fakultas  Fakultas   Ekonomi   dan   Bisnis     (FEB)   dan   Fakultas   Teknik.   Pascasarjana (S2) Manajemen sebanyak 21 wisudawan, Prodi Manajemen (S1) sebanyak 219 wisudawan dan   Prodi   Akuntansi   (S1)   113   wisudawan.

“Untuk   Fakultas   Teknik   Prodi   TeknikInformatika (S1) sebanyak  77 wisudawan. Prodi Teknik Elektro (S1 18   wisudawan, Prodi Sistem Informasi (S1) 59   wisudawan dan Prodi   Teknik   Mesin (S1) sebanyak   46 wisudawan,” terangnya .

Sementara itu Rektor UMK, Dr. Suparnyo menyampaiakan pesan bahwa di masa persaingan yang sangat ketat, sudah tidak dapat ditawar lagi, bahwa hard skills dan soft skills harus seiring dan sejalan.

‘’Karakter   (moral)   yang   baik,   kedisiplinan,   motivasi,   kerjasama,   etos   kerja,kepemimpinan, kreativitas, ambisi, tanggung jawab  dan kemampuan berkomunikasi harus dikembangkan untuk menghadapi persaingan,’’ tegasnya.

Ia  berharap,  para   wisudawan   harus   mampu berkontribusi   lebih   banyak  untuk kemajuan bangsa  dan negara ini sesuai kompetensi yang dimiliki. Menurutnya, kesuksesan seseorang sangat ditentukan oleh proses pencapaiannya.

“Oleh karena itu jangan sampai saudara  menempuh jalan pintas yang melanggar norma agama, hukum, kesusilaan, kesopanan, kejujuran atau bahkan menggadaikan integritas. Saudara harus bisa menjadi bagian dari pihak yang mampu menyelesaikan masalah di manapun saudara berada, jangan sampai justru menjadi sumber masalah,” tandasnya.(AM/AHS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *