Tolak Impor Gula, Petani Tebu Gelar Demo Tiga Hari di Istana Merdeka

JAKARTA, KUDUSSATU.com-Petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/10/2018). Mereka menolak atas impor gula.

Sekretaris Jendral APTRI, Nur Khabsyin menyebutkan aksi demonstrasi diikuti sekitar 300 perwakilan petani seluruh Indonesia . Di antaranya petani tebu dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DIY. “Unjuk rasa berlangsung selama tiga hari berturut-turut (16-18/10) di Istana Merdeka,” kata pria asal Kudus.

Ia melanjutkan, unjuk rasa sedianya di gelar secara besar-besaran. Namun, petani tebu dari daerah daerah tidak mempunyai biaya untuk berangkat  ke Jakarta karna gulanya tidak laku.” Kami hanya mengirim perwakilan saja karena situasi lagi prihatin dan merugi,” ujarnya melalui rilis yang dikirim ke KUDUSSATU.COM.

Khabsyin menyebutkan, empat hal yang menjadi tuntutan petani tebu. Yaitu stop impor gula, beli gula petani yang tidak laku, tindak tegas pelaku rembesan gula radiasi dan ganti menteri perdagangan.

Dijelaskan Khabsyin, stok gula tahun 2018 stok gula konsumsi surplus 2,4 juta ton. Dengan rincian stok sisa tahun 2017 sejumlah 1 juta ton, rembesan gula rafinasi 800 ribu ton. Kemudian produksi gula konsumsi 2018 sebanyak 2,1 juta ton, impor gula konsumsi 1,2 juta ton. Sehingga total stok sebanyak 5,1 juta ton.

“Sedangkan kebutuhan gula konsumsi hanya 2,7 juta ton. Artinya terjadi surplus gula sebanyak 2,4 juta ton,” ungkapnya.(AM/AHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *