Siap Bersinergi dengan Progam Bupati Terpilih

KUDUS, KUDUSAATU.com – Salah satu dari sembilan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kudus terpilih, H Muhammad Tamzil – HM Hartopo adalah pelatihan dan pendampingan bagi 500 wirausahawan baru setiap tahun. Program ini dinilai sangat sesuai dengan filosofi gusjigang yang dianut masyarakat Kudus. Gusjigang mengandung makna berakhlak bagus, pinter ngaji dan dagang.

Karena itulah, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus bertekad mewujudkan program tersebut. Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi dunia UKM, Disnaker Perinkop dan UKM sangat tertantang dengan program tersebut.

”Setiap tahun kami mencetak wirausahawan-wirausahawan baru melalui serangkaian pelatihan. Dengan adanya program dari kepala daerah terpilih ini, maka kami semakin tertantang untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan output yang dihasilkan,” kata Bambang Tri Wahyu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus.

Dia menjelaskan, butuh kerja keras dan keseriusan untuk merealisasikan 500 wirausahawan baru setiap tahun. Untuk itulah, pihaknya terus berupaya melakukan terobosan. Selain bekerja sama dengan UMKM Center Jawa Tengah, Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus juga berupaya menjadi fasilitator antara pelaku usaha UKM dengan toko modern.

”Kami berharap, produk-produk UKM Kudus bisa masuk ke toko modern. Dengan demikian, produk tersebut akan terangkat prestisnya. Selain itu, promosi produk juga semakin maksimal,” jelas dia.

Program lain adalah, secara berkala pihaknya juga mengirimkan pelaku-pelaku usaha untuk mengikuti pameran. Disnaker Perinkop dan UKM mengikutkan para pelaku UKM Kudus ke pameran-pemeran lokal, regional, hingga pameran yang berskala nasional. Tujuannya jelas, dengan mengikuti pameran, maka pelaku usaha Kudus akan bisa memperluas jaringan pemasarannya.

”Kami memberangkatan pelaku usaha secara bergantian. Kami pilih pelaku-pelaku UKM yang memang memiliki produk sesuai tema pameran. Di sisi lain, pelaku UKM yang berangkat ke pameran juga harus memiliki daya saing di tingkatan pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Selain itu, Disnaker Perinkop dan UKM Kudus juga gencar menyosialisasikan tentang kiat-kiat mengatasi kendala permodalan. Selain mengakses permodalan dari bank, pelaku usaha sebenarnya bisa mencari tambahan modal melalui Lembaga Pengelola Dana Bergilir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB UMKM). Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM tersebut menawarkan kemudahan untuk bantuan modal usaha. (AB/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *